Jumlah Pengunjung

Rabu, 22 Februari 2017

AKU DAN BOROBUDUR

Pada postingan sebelumnya telah dibahas tentang Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah yang sangat termasyur ini. Kali ini admin akan membahas tentang foto-foto yang sedikit narsis di Candi Borobudur. Aku dan Borobudur. Seperti itulah judulnya.

Perjalanan menuju Borobudur dilakukan dengan menggunakan sepeda motor dari Bandung ke Kutoarjo, Purworejo Jawa Tengah selama 9 jam perjalanan dari pukul 06:00 sampai dengan pukul 15:00 WIB. Berhubung ada paman yang tinggal di sana, sehingga bisa mampir untuk menginap beberapa hari untuk liburan di Jogja yang jarak tempuhnya sekitar 2 jam dari Stasiun Kutoarjo. Sesampainya di Kutoarjo, keesokan harinya kami bertiga (saya, paman dan anaknya yang bungsu bernama Yusuf) liburan ke Borobudur dan seperti di bawah ini hasil dokumentasinya.

Foto ini dibidik di depan loket pembelian karcis masuk candi. Setelah masuk, pengunjung pastinya akan melihat tulisan BOROBUDUR sangat besar. Cocok untuk diabadikan dengan si mata lensa.


Waktu itu cuaca kurang mendukung dan sama sekali tidak stabil. Tiba-tiba mendung dan hujan mulai turun, lalu panas dan gerimis lagi berulang kali. Padahal Borobudur begitu indah nampak dari kejauhan. 

Setelah menunggu hujan reda, perjalanan dilanjutkan kembali menapaki anak tangga yang semakin mendaki dan akhirnya sampai juga di pelataran Candi Borobudur. Tujuan utamanya tentu saja menuju Stupa yang berada di bagian paling atas Borobudur. Dan inilah waktunya beraksi.

Pengunjung Borobudur memang ramai sekali, mulai dari pengunjung nusantara hingga pengunjung asing yang berasal dari berbagai belahan dunia. Jadi jangan pernah heran jika liburan ke Borobudur yang setiap spotnya dipenuhi dengan pengunjung yang ingin tampil eksis di media sosial.

Stupa Borobudur memang memiliki daya tarik tersendiri. Sangat disayangkan jika sudah jauh-jauh liburan di Borobudur, tetapi tidak memiliki foto dengan view stupa Borobudur ini. Untuk mencari momen yang tepat, harus menunggu agar di belakang tidak ada pengunjung lain yang tertangkap kamera, karena pastinya akan mengurangi keindahan foto kita. 

Hujan lebat tiba-tiba memaksa pengunjung untuk mencari tempat berteduh. Sehingga ratusan bahkan ribuan pengunjung berhamburan turun dari Borobudur untuk menyelamatkan diri dari keroyokan air mata langit. Cuaca yang sama sekali tidak mendukung. Di tengah rintik-rintik hujan, memanfaatkan waktu yang ada untuk tetap eksis. Dan sekali dua kali bidikan kamera, hasilnya kurang memuaskan. Bahkan sudah berulang kali, tetap dengan hasil yang kurang memuaskan. Gelap, benar-benar mendung yang kurang mendukung.

Sebagai saran dari admin, ada baiknya jika ingin liburan ke Borobudur, memilih hari yang tepat. Justru di saat cuaca cerah, foto-foto akan nampak lebih bagus daripada di saat mendung. Jadi jangan sampai memiliki pengalaman seperti admin yang pulangnya diguyur hujan lebat. Sementara perjalanan pulang harus ditempur dengan waktu sekitar 2 jam dari Magelang ke Kutoarjo melalui Purworejo Kota.

InsyaAllah bermanfaat untuk kita semua. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar