Jumlah Pengunjung

Jumat, 14 April 2017

FESTIVAL TELUK STABAS IV - PROMOSI PAKET FOTO WISATA DAN FOTO KEMBAR

Pantai Labuhan Jukung KRUI, Kabupaten Pesisir Barat Lampung memang menyajikan pesona wisata pantai yang luar biasa indahnya. Berada tepat di jantung kota Krui, menjadikan Pantai Labuhan Jukung menjadi salah satu pantai wisata andalan di kabupaten termuda di Provinsi Lampung ini.

Pada setiap bulan April selalu diadakan Festival Teluk Stabas yang menjadi event tahunan di kabupaten ini. Festival Teluk Stabas merupakan rangkaian acara dari Pesona KRUI Kabupaten Pesisir Barat termasuk pelaksanaan KRUI Fair yang berlangsung sejak tanggal 13 April hingga 22 April 2017 di Lapangan Merdeka Kota KRUI. Dalam Festival Teluk Stabas IV ini diselenggarakan Rekor MURI 1001 Ngunduh Damar dan  Parade Budaya Arak-Arakan Mulang Ngunduh Damar dan Bebai Nyuncun Pahar.

Atlantis Photography KRUI sebagai Fotografi Dokumenter Pariwisata khususnya Kabupaten Pesisir Barat Lampung hadir untuk mendongkrak pariwisata di Negeri Para Sai Batin dan Ulama ini dengan memperkenalkan paket Foto Wisata dan Foto Kembar yang merupakan ciri khas dari Atlantis Photography KRUI.

Untuk foto wisata dan foto kembar bisa dilihat contohnya sebagai berikut, ada kembar dua, kembar tiga dan seterusnya.

Bagi yang berminat menggunakan jasa Atlantis Photography KRUI di seputaran Pantai Wisata Labuhan Jukung KRUI bisa menghubungi Telepon/WA 082306831122, BBM 545CD29D. Semoga Bermanfaat untuk perjalanan wisata anda.

Rabu, 12 April 2017

SYARAT DAN KETENTUAN Lomba Foto Wisata “Festival Teluk Stabas IV” 13 – 22 April 2017


Lomba foto wisata Festival Teluk Stabas IV dibuka untuk peserta umum. Syarat dan ketentuan lomba foto wisata tersebut sebagai berikut:
- Foto yang dilombakan wajib sesuai dengan tema: “Kemeriahan Pesona Krui Pesisir Barat”.
- Tidak mengandung unsur SARA, pornografi, dan kekerasan.
- Foto diambil pada tanggal 13 – 20 April 2017 pukul 21:00 WIB.
- Olah digital diperbolehkan sebatas perbaikan kualitas foto (brightness, saturation, contras, crop).
- Keputusan yang diambil oleh panitia dan juri bersifat mutlak, mengikat, dan tidak dapat diganggu gugat.
- Panitia tidak bertanggung jawab apabila ada pelanggaran hak cipta atau terdapat pihak yang mengajukan tuntutan hukum dari pihak lain.
- Hak publikasi foto oleh Dinas Pariwisata Pesisir Barat selama 2 tahun dan hak cipta tetap milik sah pemilik foto (berlaku untuk juara 1 – 6).
- Mendaftar secara online dengan cara Direct Massage (DM) ke akun instagram @kruitourism atau ke email pariwisatapesisirbarat@gmail.com dengan format:
Nama                           :
NIK/Kartu Pelajar       :
Alamat                         :
Nomor Telepon           :
Akun IG/Email           :
- Para pemenang diwajibkan mengumpulkan file high resolution dari foto tersebut sebelum pengumuman, pemenang yang tidak mengumpulkan akan dicabut kembali keputusan pemenangnya.
- Foto high resolution yang dimaksud memiliki ukuran minimal 2500 pixel pada sisi terpanjangnya.

Ketentuan Pengumpulan
1. Wajib follow akun @kruitourism
2. Wajib me-repost pengumuman lomba.
3. Berikan caption yang menarik, lokasi dan tag 5 teman pada setiap post.
4. Foto hasil karya sendiri.
5. Gunakan tagar #kruitourism #lombafotoFTS

Hadiah
Juara 1                         : Rp 1.200.000,- + Tropy + Piagam
Juara 2                         : Rp 1.000.000,- + Tropy + Piagam
Juara 3                         : Rp    800.000,- + Tropy + Piagam
Juara Harapan 1          : Rp    700.000,- + Tropy + Piagam
Juara Harapan 2          : Rp    500.000,- + Tropy + Piagam
Juara Harapan 3          : Rp    300.000,- + Tropy + Piagam
Voucher Pulsa Rp 250.000,- untuk 5 Juara Nominasi dari Krui Cellular
Voucher Makan untuk 5 Juara Nominasi dari RM. Sari Rasa Krui.

Selasa, 11 April 2017

PANTAI LABUHAN JUKUNG – FESTIVAL TELUK STABAS IV

Kota Krui yang merupakan ibu kota dari Kabupaten Pesisir Barat, merupakan salah satu Daerah Tujuan Wisata (DTW) di Provinsi Lampung. Banyak sekali wisatawan nusantara bahkan mancanegara yang datang berkunjung untuk berselancar dan atau menikmati keindahan pantai-pantai yang ada di kabupaten termuda pemekaran dari Kabupaten Lampung Barat ini. Salah satu pantai yang cukup terkenal adalah Pantai Labuhan Jukung.

Pantai Labuhan Jukung berjarak sekitar 230 KM dari Kota Bandar Lampung. Berada tepat di jantung kota Krui, di pusat Pemerintahan Kabupaten Pesisir Barat, menjadikan Pantai Labuhan Jukung ini dikelola dengan baik oleh Dinas Pariwisata setempat.

Di dalam kompleks Pantai Labuhan Jukung terdapat sebuah GSG yang diberi nama Gedung Serba Guna Selalau. GSG ini berfungsi sebagai tempat pelaksanaan berbagai kegiatan yang telah difungsikan dari beberapa tahun silam.

Gerbang Utama untuk masuk ke Pantai Labuhan Jukung tepat menghadap ke Lapangan Merdeka Kota Krui. Lapangan ini biasa digunakan untuk berbagai perhelatan akbar. Salah satunya adalah Pesona KRUI Pesisir Barat, yang diselenggarakan dengan rangkaian acara Festival Teluk Stabas IV, Krui Pro 2017 WSL QS1000 Surfing Competition, Rekor MURI 1001 Ngunduh Damar dan Krui Fair yang akan digelar mulai tanggal 13 hingga 22 April 2017.

Festival Teluk Stabas adalah agenda tahunan yang diselenggarakan untuk memperkenalkan potensi wisata yang dimiliki oleh Kabupaten Pesisir Barat, juga merupakan ajang perlombaan dan pergelaran kesenian adat istiadan dan budaya. Rangkaian kegiatan yang akan diselenggarakan di antaranya:
- Lomba Tari Adat,
- Lomba Tari Kreasi,
- Lomba Ngunduh Damar,
- Lomba Pidato Bahasa Inggris,
- Lomba Layang-Layang,
- Lomba Lagu Lampung,
- Lomba Mawalan,
- Lomba Foto Wisata,
- Lomba Bahasa Arab,
- Lomba Pidato Bahasa Mandarin,

- Lomba Ngukur Kelapa.

Ngunduh damar adalah rutinitas masyarakat Krui yang telah turun temurun dan tetap lestari hingga saat ini, karena getah damar merupakan salah satu komoditas andalan di Pesisir Barat yang terkenal akan getah damar mata kucingnya di mata dunia. Terlebih di Pesisir Barat ada Undang-Undang yang mengatur ketentuan untuk tidak diperbolehkan menebang pohon damar yang menjadi icon kota ini, Damar – Blue Merlin. Sementara Blue Merlin atau yang biasa orang Krui menyebutnya sebagai Ikan Tuhuk, merupakan ikan yang biasa ditangkap oleh nelayan setempat.

Mengingat waktu pelaksanaan Festival Teluk Stabas IV yang sudah mulai dekat, stand-stand untuk pameran sudah dipersiapkan dan sedang dalam proses penataan. Aparat kepolisian dan Pol PP telah bersiaga dan sedang latihan untuk pengamanan menjelang pelaksanaan acara akbar ini.

Jadi jangan sampai ketinggalan ya untuk bisa hadir di kota Krui, Kabupaten Pesisir Barat Lampung, tanggal 13 – 22 April 2017. Sayang jika dilewatkan.

Minggu, 09 April 2017

KABUPATEN PESISIR BARAT (KRUI)

Kabupaten Pesisir Barat yang beribu kota Krui, merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Lampung Barat yang beribu kota Liwa, yang disahkan berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2012 Tentang Pembentukan Kabupaten Pesisir Barat Provinsi Lampung pada tanggal 25 Oktober 2012, dan diresmikan pada tanggal 22 April 2013 yang akhirnya ditetapkan sebagai hari lahirnya Kabupaten Pesisir Barat. Kabupaten termuda di Provinsi Lampung ini, hampir sebagian besar wilayahnya merupakan daerah pesisir dengan garis pantai mencapai 230 KM membentang dari Kecamatan Bengkunat Belimbing di perbatasan Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung, hingga Kecamatan Lemong di perbatasan dengan Provinsi Bengkulu.

Kabupaten Pesisir Barat diapit oleh Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang membentang dari perbatasan Tanjakan Sedayu Kabupaten Tanggamus hingga perbatasan dengan Kubu Perahu Liwa, Kabupaten Lampung Barat. TNBBS merupakan jalur Pegunungan Bukit Barisan yang membentang dari Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung hingga Provinsi Aceh yang berasal dari patahan Sesar Sumatra yang biasa disebut sebagai Sesar Semangko.

Kabupaten Pesisir Barat dipimpin oleh kepala daerah yaitu Bapak DR. Drs. H. Agus Istiqlal, S.H., M.H., yang akrab disapa Udo Lal (udo, sebutan untuk kakak laki-laki tertua) dan Ibu Erlina, S.P., M.H., yang akrab disapa Wo Erlina (wo, sebutan untuk kakak perempuan tertua) sebagai Bupati dan Wakil Bupati definitif pertama yang dipilih secara langsung melalui Pemilihan Kepala Daerah pada tanggal 09 Desember 2015 yang lalu. Sebelumnya Kabupaten Pesisir Barat dipimpin oleh Penjabat Bupati Bapak H. Kherlani, S.E., dua tahun pertama dan dilanjutkan oleh Penjabat Bupati Bapak Drs. Qodratul Ikhwan, M.M., satu tahun berikutnya.


Kabupaten Pesisir Barat terdiri dari 11 kecamatan, meliputi:
1. Bengkunat Belimbing,
2. Bengkunat,
3. Ngambur,
4. Pesisir Selatan,
5. Krui Selatan,
6. Pesisir Tengah,
7. Way Krui,
8. Karya Penggawa,
9. Pesisir Utara,
10. Lemong, dan
11. Pulau Pisang.

Sektor Pariwisata merupakan potensi andalan Kabupaten Pesisir Barat. Jadi jangan heran jika Pantai di KRUI dijuluki sebagai Bali Kedua. Ratusan bahkan ribuan turis datang dari berbagai belahan dunia untuk berselancar di Pantai Labuhan Jukung maupun Pantai Tanjung Setia. Selain itu, Kabupaten Pesisir Barat memiliki dua pulau destinasi wisata yaitu Pulau Pisang (yang merupakan satu kecamatan dari sepuluh kecamatan lainnya) dan Pulau Betuah yang tak berpenghuni tempat habitatnya penyu yang dilindungi.

Akses perhubungan dari dan menuju Kota Krui Kabupaten Pesisir Barat Lampung bisa dilakukan melalui darat, laut, maupun udara. Jalan Nasional Lintas Barat yang menghubungkan Kabupaten Pesisir Barat dengan Provinsi Bengkulu, Pelabuhan Kuala Stabas peninggalan zaman belanda yang saat ini difungsikan sebagai dermaga perahu nelayan maupun Bandara Pekon Serai yang beberapa waktu yang lalu telah resmi berganti nama menjadi Bandara Muhammad Taufik Kiemas, dan jalan menuju bandara tersebut diberi nama Jalan Fatmawati. Pemberian nama tersebut didasarkan atas dua orang tokoh penting di Indonesia yang mempunyai darah keturunan krui.

Potensi hasil bumi dan hutan yang memiliki nilai jual tinggi seperti damar mata kucing, yang merupakan getah damar kualitas terbaik di dunia dan telah diakui internasional yang berasal dari wilayah Krui. Jadi jangan heran jika di sepanjang jalan menuju Kabupaten Pesisir Barat terdapat banyak pohon damar yang menjadi ciri khas dari Negeri Para Sai Batin dan Ulama ini.

Note:
Postingan ini merupakan postingan perdana Atlantis Photography yang mengupas objek wisata di Kabupaten Pesisir Barat. Sebagai anak pribumi yang ingin mendongkrak objek wisata di tanah kelahiran, tentunya saya pribadi Edi Saputra, S.Pd., selaku admin Atlantis Photography KRUI yang dulu pernah memiliki website www.ElankTakBersayap.Blogspot.Com yang saat ini dialihkan ke website ini, ke depannya akan fokus dengan Fotografi Dokumenter Pariwisata khususnya untuk Objek Wisata yang ada di Kabupaten Pesisir Barat yang beribu kota KRUI. Semoga bermanfaat dan menjadi website andalan Negeri Para Sai Batin dan Ulama ini. Insya Allah. Aamiin...

Selasa, 04 April 2017

OBJEK WISATA ALTERNATIF JAWA TENGAH DAN YOGYAKARTA

Jawa Tengah dan Yogyakarta memang kaya akan warisan budaya. Jangan heran jika Yogyakarta dinobatkan sebagai kota seribu candi. Hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya candi-candi di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta. Berikut ini Atlantis Photography merangkumnya dalam Objek Wisata Alternatif Jawa Tengah dan Yogyakarta.



Candi Borobudur berada di Magelang Jawa Tengah. Sebagai salah satu warisan dunia Unesco, Candi Borobudur menyimpan misteri peradaban masa lampau. Bangunan megah yang klaim sebagai peninggalan dinasti syailendra ini, memiliki ciri khas berupa stupa yang di dalamnya terdapat patung orang yang sedang bersemedi. Untuk menikmati keindahan dan kemegahan Candi Borobudur, wisatawan nusantara dikenakan tarif masuk yaitu sebesar Rp 30.000,-.



Candi Ratu Boko atau yang lebih dikenal sebagai Keraton Ratu Boko, berada di Sleman Yogyakarta. Candi ini merupakan reruntuhan bangunan yang diduga dulunya merupakan keraton milik Ratu Boko, ayahandanya Roro Jonggrang, putri raja yang dikutuk menjadi salah satu candi pada Candi Sewu. Candi Ratu Boko memiliki ciri khas berupa gapura ganda yang berdiri megah, yang sering dijadikan lokasi shooting beberapa adegan film Indonesia. Selain itu, di Candi Ratu Boko terdapat kolam pemandian yang berbentuk persegi maupun berbentuk melingkar. Pengunjung biasa datang ke Candi Ratu Boko untuk menyaksikan tenggelamnya matahari (sunset). Untuk dapat menyaksikan keindahan dan pesona yang ditawarkan Candi Ratu Boko, pengunjung nusantara dikenakan tarif masuk sebesar Rp 25.000,- perorang dengan tarif parkir motor sebesar Rp 3.000,-.



CandiPlaosan berada di Klaten Jawa Tengah. Lokasinya tidak jauh dari Candi Prambanan Yogyakarta. Candi ini merupakan perpaduan antara peradaban Hindu Budha. Candi yang berbentuk seperti Candi Prambanan, yang tinggi menjulang tetapi memiliki stupa seperti Candi Borobudur. Dari kejauhan, Candi ini seolah berada di tengah areal persawahan. Stasiun Televisi RCTI mempromosikan bahkan menjadikan Candi Plaosan sebagai icon yang sering ditampilkan oleh Stasiun Televisi Swasta tersebut. Candi Plaosan terbagi dalam 2 kompleks candi. Yang di sebelah utara merupakan kompleks candi utama yang disebut sebagai Candi Plaosan Lor. Dan yang di sebelah selatan disebut Candi Plaosan Kidul.




Candi Plaosan Kidul berada sekitar 100 meter ke arah selatan dari Candi Plaosan Lor. Sama halnya seperti Candi Plaosan Lor, Candi Plaosan Kidul sebagian besar bangunan candinya masih dalam tahap pemugaran. Candi ini berada tepat menghadap ke pemukiman penduduk. Jadi ada rasa khawatir akan keamanan batu-batu candi yang bisa saja dicuri atau dirusak oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Pengunjung yang datang ke Candi Plaosan Lor maupun Candi Plaosan Kidul hanya dikenakan biaya masuk sebesar Rp 3.000,- saja. Sungguh murah, bukan! Hal ini didasarkan pada pengelolaan candi yang masih berada di bawah pengelolaan dari pihak pemda setempat.



Rotowijayan merupakan jalan yang berada di Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Kraton Yogyakarta. Jalan Rotowijayan ini berada tidak jauh dari Keraton Yogyakarta, yang merupakan tempat untuk berburu oleh-oleh. Di jalan ini pengunjung akan menemukan tempat untuk melihat secara langsung bagaimana cara pembuatan batik, bagaimana proses pembuatan penganan khas jogja maupun melihat lukisan-lukisan hasil karya Abdi Dalem Keraton Yogyakarta secara cuma-cuma alias gratis, meskipun tanpa membeli oleh-oleh tersebut.



Museum ini merupakan tempatnya kereta keraton dari masa ke masa dipamerkan. Terdapat puluhan kereta keraton yang dulunya digunakan oleh para keluarga keraton. Museum ini berada di Jalan Rotowijayan, tidak jauh dari Alun-Alun Lor Keraton Yogyakarta. Untuk memasuki museum ini, pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp 5.000,- dan izin memotret sebesar Rp 2.000,-. Objek wisata yang murah meriah, namun menyuguhkan pemandangan yang luar biasa.





Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat merupakan istana Kesultanan Yogyakarta. Kompleks bangunan keraton berfungsi sebagai tempat tinggal sultan yang turun temurun menjalankan tradisi hingga saat ini. Pagelaran merupakan bangunan utama Keraton Yogyakarta. Bangsal ini berada di sebelah selatan Alun-Alun Lor, yang di tengah alun-alun tersebut terdapat dua buah pohon beringin yang masing-masing dipagari dari batu bata. Terdapat bangsal-bangsal di dalam kompleks Keraton Yogyakarta yang memiliki fungsi masing-masing. Terdapat juga relief-relief perjuangan Pangeran Mangkubumi yang merupakan Sri Sultan Hamengku Buwono I atau pendiri Karaton Ngayogyakarta. Untuk memasuki Keraton Yogyakarta, pengunjung hanya dikenakan tarif masuk sebesar Rp 5.000,-.



Berkunjung ke Yogyakarta, belum lengkap rasanya jika tidak mampir di Malioboro. Malioboro sebenarnya adalah sebuah jalan yang paling ramai dipadati pengunjung yang ingin mengabadikan moment kunjungannya di Yogyakarta untuk berselfie dengan view Jalan Maioboro yang berada di dua titik. Jangan heran jika setiap harinya Jalan Malioboro selalu dipadati pengunjung. Untuk berselfie di Jalan Malioboro ini, pengunjung harus rela mengantri panjang, seperti halnya antrian saat pembagian raskin. Banyak orang yang beranggapan bahwa seseorang yang pernah pergi ke Yogyakarta tetapi belum mampir ke Malioboro, seolah-olah seperti belum pernah menginjakkan kakinya di Yogyakarta. Jadi pastikan untuk mampir di Malioboro, dan ikutan mengantri untuk memastikan bahwa anda telah berlibur di Yogyakarta.

Selain dari delapan objek wisata yang telah dijabarkan di atas, terdapat banyak sekali objek wisata alternatif di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Tetapi Atlantis Photography merangkumnya sebagai acuan untuk pembaca yang ingin memilih objek wisata mana yang nantinya akan dikunjungi saat menginjakkan kaki di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Semoga bermanfaat untuk referensi liburan anda. Terima kasih.