Jumlah Pengunjung

Minggu, 26 Februari 2017

CANDI RATU BOKO, SLEMAN YOGYAKARTA (Bagian II)

Pada postingan sebelumnya telah dibahas tentang Candi Ratu Boko, mulai dari area parkir, tarif tiket masuk, hingga gerbang utama beserta gapura candi yang menjadi icon sekaligus ciri khas dari Reruntuhan Istana yang Hilang ini. Untuk postingan kali ini akan melanjutkan postingan sebelumnya yang sempat tertunda karena aktivitas admin yang sedang melaksanakan Education, Touring & Hunting, Jelajah Pulau Jawa (JPJ Season II) tahun 2017.

Di Candi Ratu Boko terdapat reruntuhan Paseban yang merupakan bangunan tempat menghadap raja/ratu. Sisa-sisa dari reruntuhan Paseban ini masih bisa disaksikan berupa teras persegi. Terdapat dua buah Paseban yang saling berhadapan, satu di sebelah utara dan satu di sebelah selatan.

Candi Ratu Boko juga memiliki dua buah gua batu yaitu Gua Lanang dan Gua Wadon. Di mana kedua gua tersebut dijadikan sebagai tempat bersemedi atau bahasa bekennya tempat bermeditasi. Jalan menuju kedua gua memang terpisah dari komplek Candi Ratu Boko yang melewati jalan setapak.


Gua Lanang dan Gua Wadon sebenarnya bukan merupakan gua alami, melainkan gua buatan manusia yang diukir dan dipahat dari dinding batu yang berada di bukit boko tersebut. Tetapi sungguh disayangkan, kedua gua ini telah dikotori oleh tangan-tangan jahil. Terdapat banyak sekali coretan orang iseng dengan menggunakan pylox yang sama sekali tidak menghargai cagar budaya yang telah mendunia ini. Sungguh sangat disayangkan.

Yang paling menarik dari Candi Ratu Boko adalah Keputren, yaitu berupa dua buah bangunan persegi berdinding batu yang di dalamnya terdapat kolam pemandian berbentuk persegi dan bujur sangkar.


Di dalam bangunan yang lainnya terdapat kolam pemandian berbentuk melingkar yang terdiri dari 8 buah kolam. Selain itu terdapat juga sumur abadi yang airnya tidak pernah kering.

Terdapat miniatur candi yang telah dipugar dan direka ulang sesuai dengan aslinya. Juga terdapat beberapa candi kecil yang sudah tidak utuh lagi.