Jumlah Pengunjung

Rabu, 15 Maret 2017

SITUS MEGALITH GUNUNG PADANG, CIANJUR JAWA BARAT (BAGIAN III)

Teras dua hingga teras lima Situs Megalith Gunung Padang saling berdekatan, berbeda dengan teras satu yang terpisah dan berada di area paling bawah. Di teras dua ini saya bertegur sapa dengan seorang pengelola asli pribumi yang bertugas menjelaskan kepada pengunjung tentang sejarah dan spot-spot apa saja yang diunggulkan di Gunung Padang ini.


Pada teras dua ini, terdapat Batu Korsi yang digunakan sebagai tempat duduk. Terdapat beberapa batu yang berdiri tegak, di mana salah satu dari batu tersebut dijadikan tempat duduk, dan batu lainnya sebagai pegangan.

Pada teras tiga, terdapat Batu Kujang. Batu yang di permukaannya terdapat pahatan berupa kujang. Di mana kujang merupakan benda pusaka asli masyarakat sunda yang diturunkan langsung oleh Eyang Prabu Siliwangi.

Selain Batu Kujang, di teras tiga juga terdapat Batu Tapak Maung. Di permukaan batu ini terdapat jejak kaki harimau yang dalam bahasa sunda disebut maung.

Pada teras empat, terdapat Batu Kanuragan. Batu ini dipercaya oleh orang-orang setempat memiliki kekuatan magis. Sehingga batu ini benar-benar dijaga agar tidak disentuh apalagi diduduki atau bahkan diinjak.

Pada teras lima, terdapat Batu Pandaringan. Pandaringan merupakan bahasa sunda dari Tempat Beras. Mungkin dulunya batu ini dijadikan tempat untuk menumbuk atau menyimpan beras. Jadi jangan sampai gagal fokus ya. Mengira batu ini terdapat gambar panda dan batunya ringan jika diangkat. Heheee…

Selain Batu Pandaringan, di teras lima ini terdapat Singgasana. Terlihat dengan jelas tumpukan batu-batu yang terbentuk seperti tempat duduk seorang raja. Tetapi sayang, keadaan singgasana ini telah berantakan, tinggal reruntuhan saja yang dapat disaksikan secara langsung.

Teras lima merupakan teras terakhir sekaligus teras teratas. Di mana di teras ini terdapat bangunan berlantai dua tanpa dinding yang bisa dijadikan tempat berkumpul bagi para pengunjung.

Di lantai dua bangunan ini, pengunjung dapat dengan jelas melihat hamparan teras lima hingga teras dua yang berjejer dan bertingkat layaknya piramida yang memiliki 5 tingkatan termasuk teras satu yang berada di area paling bawah.

Selain itu, di teras lima juga terdapat warung-warung tempat makan, yang dibuka hanya pada waktu siang hari saja. Terdapat juga toilet umum dan musola yang berada tidak jauh dari lokasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar