Jumlah Pengunjung

Rabu, 15 Maret 2017

PERJUANGAN MENUJU KAWAH PUTIH, CIWIDEY BANDUNG SELATAN (BAGIAN I)

Selain Gunung Tangkuban Parahu, yang berada di perbatasan antara Lembang dan Subang Jawa Barat. Kawah Putih menjadi salah satu primadona penikmat wisata alam di Kota Bandung. Terletak di Ciwidey Bandung Selatan, Kawah Putih menjadi incaran pengunjung yang ingin menyaksikan secara langsung keindahan Kawah Gunung Patuha yang digenangi air belerang berwarna putih kehijau-hijauan.

Perjalanan menuju Kawah Putih membutuhkan perjuangan yang lumayan besar dan selama di perjalanan cukup menyita waktu. Dari Kota Bandung, jika menggunakan sepeda motor, rute yang dituju pertama kali adalah Terminal Leuwi Panjang. Dari Terminal Leuwi Panjang, rute selanjutnya adalah menuju Jalan Kopo yang terdiri dari beberapa jalan. Kemudian dari Kopo menuju Soreang. Dan dari Soreang menuju Ciwidey. Setelah memasuki Ciwidey, jalan yang ditempuh mulai menanjak dan berkelok-kelok. Pastikan bensin motor cukup agar bisa sampai di gerbang utama Kawah Putih.

Setelah sampai di gerbang utama Kawah Putih, perjuangan belum usai. Para pengunjung yang menggunakan sepeda motor maupun menggunakan Bus, harus memarkirkan kendaraannya di area “parkir bawah” yang disediakan. Pada saat memarkirkan sepeda motor, biasanya pengunjung “diharuskan” menitipkan helm dengan biaya Rp 5.000,- berikut dengan masker 1 buah seharga Rp 5.000,- juga. Padahal sebenarnya tidak masalah untuk tidak menitipkan helm ataupun untuk tidak membeli masker. Tetapi karena sebagian pengunjung baru pertama kali datang ke Kawah Putih, kebanyakan mengira menitipkan helm merupakan bagian dari penjagaan parkir, ternyata kesempatan tersebut sengaja dimanfaatkan warga setempat untuk menjual masker dengan harga yang mencengangkan.

Dari area parkir bawah, langkah selanjutnya menuju loket pembelian tiket. Biaya yang dikeluarkan adalah sebesar Rp 40.000,- dengan rincian Rp 5.000,- untuk biaya parkir sepeda motor, Rp 20.000,- untuk tiket masuk, dan Rp 15.000,- untuk biaya naik angkutan ontang anting.

Bagi pengunjung yang menggunakan sepeda motor dan bus, untuk menuju pusat Kawah Putih “diwajibkan” menggunakan angkutan ontang anting yang disediakan. Mengingat jalan yang dilalui rawan kecelakaan, dan dengan jarak tempuh sekitar 6 KM. Ontang anting berasal dari bahasa sunda yang artinya mondar mandir. Jadi, angkutan ontang anting adalah mini bus (angkot) yang sudah dimodifikasi, yang merupakan kendaraan khusus di wilayah Kawah Putih Ciwidey untuk pulang dan pergi dari area parkir bawah menuju area parkir atas dan sebaliknya. Jumlah penumpang untuk satu angkutan ontang anting adalah 12 orang.

Sementara untuk mobil pribadi diperbolehkan melintas dan masuk hingga parkir atas, yang berada di area pusat kawah. Khusus bagi mobil pribadi, tiket masuknya lumayan mahal yaitu Rp 150.000,- untuk satu kendaraan. Di lokasi parkir atas, terdapat tulisan Kawah Putih yang berwarna orange. Spot ini ramai disinggahi pengunjung untuk mengabadikan moment tersebut.


Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar