Jumlah Pengunjung

Senin, 13 Maret 2017

SITUS MEGALITH GUNUNG PADANG, CIANJUR JAWA BARAT (BAGIAN II)


Setelah menapaki anak tangga dengan pendakian yang cukup melelahkan, semuanya terbayarkan saat pemandangan mulai terlihat di depan mata.

Dinding teras pertama Situs Megalith Gunung Padang nampak berupa tumpukan batu-batu bersegi lima yang membelalakkan mata yang melihatnya.

Teras pertama merupakan area yang paling luas, area paling bawah yang terpisah dari empat teras lainnya yang saling berdekatan di bagian atas. Di teras pertama ini, biasanya pengunjung paling ramai berkumpul, mungkin karena pemandangannya yang menakjubkan, juga karena adanya pihak pengelola yang menceritakan sejarah dan latar belakang dari Situs Megalith yang telah mendunia ini.

Tumpukan batu punden berundak yang hampir semuanya bersegi lima ini, menumpuk bahkan menggunung layaknya sebuah bangunan piramida yang runtuh.


Di teras pertama ini, terdapat sebuah pagar batu yang berbentuk persegi panjang. Di mana di kedua ujungnya masing-masing terdapat gerbang sebagai pintu masuk dan keluar dari pagar tersebut. Di dalam pagar ini terdapat sebuah batu yang juga bersegi lima, berbentuk seperti meja, dengan warna batu yang kuning keemas-emasan.

Terdapat juga beberapa batu gamelan, yang jika dipukul akan menghasilkan suara layaknya alat musik tradisional asli Indonesia.

Di teras pertama yang merupakan teras satu sekaligus teras utama ini, terdapat banyak batu-batu yang tegak berdiri. Ada yang berdiri lurus ke atas, ada juga posisinya yang sudah mengalami kemiringan. Batu-batu yang berdiri ini, dilarang untuk diduduki apalagi dinaiki. Alasan tersebut dipertegas untuk menjaga agar warisan budaya megalitikum ini tetap lestari dan tetap terjaga keamanannya.

Bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar